Nabi Sulaiman AS

Nabi Sulaiman AS naik tahta menjadi raja menggantikan ayahnya yaitu Nabi Daud AS. Ketika berusia 13 tahun Allah telah memberikan kecerdasan, pandai berbahasa binatang, dapat mengendarai angin, dapat memerintah makhluk halus (jin dan sejenisnya) dan memiliki kekayaan yang berlimpah ruah. Nabi Sulaiman AS orang yang sangat arif dan bijaksana. Sejak usia muda belia, ia sudah mampu menyelesaikan perkara-perkara yang sulit. Kemudian datanglah burung Hud-hud yang segera melapor :”Saya datang terlambat karena membawa sebuah kabar penting. Tadi saya telah menyaksikan sebuah negeri bernama negeri Saba yang diperintah oleh seorang ratu yang cantik jelita yang bernama ratu Balqis. Tetapi saying sekali ratu dan seluruh rakyatnya tidak beriman kepada Allah, bahkan mereka menyembah matahari”.

Mendengar cerita tersebut, maka Nabi Sulaiman AS mengundang ratu Balqis untuk berkunjung ke kerajaannya. Nabi Sulaiman mengumpulkan seluruh rakyat dan para jin untuk membuat istana yang lebih bagus dan lebih mewah disbanding istana ratu Balqis. Kemudian pada hari yang telah ditentukan datanglah ratu Balqis untuk memenuhi undangan Nabi Sulaiman AS. Ratu Balqis sangat terkejut ketika melihat istana yang begitu megah, lantainya terbuat dari kaca yang putih bersih sementara dibawahnya mengalir air yang jernih. Ketika ratu Balqis melewati tempat itu, disingsingkannya kain yang menutup kedua betisnya, karena takut basah. Kemudian Nabis Sulaimna menerangkan bahwa mahligai itu terbuat dari kaca yang licin dan mengkilat bukan air. Seketika itu juga ratu Balqis menyadari kebodohannya dan menyatakan beriman kepada Allah SWT kemudian Nabi Sulaiman AS menikahinya.

Nabi Sulaiman AS meningal dunia dalam keadaan duduk, ia tengah mengawasi kesibukan para jin yang sedang bekerja. Tidak ada yang mengetahui kematiannya sampai akhinya tongkatnya rapuh dimakan rayap dan patah sehingga Nabi Sulaiman AS jatuh tertelungkup. Maka barulah manusia dan apra jin mengetahui bahwa Nabi Sulaiman AS telah meninggal dunia. Dengan demikian, jelaslah bahwa para jin tidak mengetahui hal-hal ghaib yang telah ditentukan Allah.

~ by muchammadelri on January 3, 2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: