Nabi Ibrahim AS

Nabi Ibrahim AS adalah anak Azar, keturunan Sam bin Nuh. Pada masa itu raja Namrud yang bertahta di negeri Mausul, mengeluarkan undang-undang yang memerintahkan agar setiap anak laki-laki yang lahir di negeri itu harus dibunuh. Keadaan seperti ini sama dengan zaman nabi Musa. Namun berkat keagungan Allah SWT, nabi Ibrahim lahir dengan selamat pada tahun 2005. Oleh orang tuanya nabi Ibrahim disembunyikan di dalam gua. Atas izin Allah SWT, nabi Ibrahim tetap hidup, padahal tidak ada seorangpun yang menunggunya. Bila ia lapar dan haus dihisapnya ujung jarinya, maka keluarlah air susu.

Semenjak kecil nabi Ibrahim telah terpelihara dari segala perbuatan jahat. Pada usianya yang semakin meningkat, nabi Ibrahim mulai bertanya-tanya pada dirinya sendiri, mengapa berhala-berhala yang terbuat dari batu dan tak mampu berbuat apa-apai itu disembahdan dipuja-puja oleh kaumnya. Kmudian ia mulai berfikir tentang Tuhan. Ketika hari telah malam, nabi Ibrahim melihat bintang, terlintas pikirannya inilah Tuhanku. Setelah bintang itu lenyap pada waktu siang hari ia berkeyakinan bahwa bintang bukanlah Tuhanku karena Tuhan tidak akan lenyap. Demikian pula pada bintang dan matahari, setelah ia yakin bahwa bintang, bulan dan matahari tidak kekal maka ia berseru pada kaumnya : “Hai kaumku! Sesungguhnya aku berlepas diri dari segala apa yang kalian persekutukan! Aku hanya akan menghadapkan diriku kepada Tuhan yang menjadikan langit dan bumi dan aku tidak akan pernah mempersekutukan-Nya.

Pada suathu hari, Raja Namrud beserta orang-orang pergi berburu. Ketika itu Nabi Ibrahim AS memasuki tempat berhala-berhala mereka dan menghancurkan semua berhala itu, kecuali satu yang tetap ditinggalkannya utuh, yaitu berhala yang paling besar. Di leher berhala itu dikalungkan kapak yang telah menghancurkan berhala-berhala lainnya. Bila Raja Namrud beserta para pengiringnya pulang dari berburu dan mengetahui berhala-berhala di tempat peribadatan hancur, marahlah mereka. Tidak diragukan lagi mereka menyangka bahwa nabi Ibrahimlah yang telah menghancurkannya. Karena Ibrahimlah yang terang-terangan menentang semua berhala-berhala itu. Akhirnya nabi Ibrahim AS ditangkap dan dihadapkan pada Raja Namrud. Raja Namrud bertanya : “Hai Ibrahim! Kamulah yang telah menghancurkan berhala-berhala itu.? Nabi Ibrahim tanpa ragu-ragu menjawab : “Bukan aku yang menghancurkannya tetapi berhala yang paling besar itulah yang telah menghancurkannya. Tentulah dia tidak mau kalian persekutukan dengan berhala-berhala kecil, buktinya kapak penghancur berhala itu masih tergantung di lehernya. Mendengar jawaban tersebut Raja Namrud sangat marah karena ia merasa dipermainkan. Namrud berkata :”Mana mungkin berhala itu dapat melakukan seperti apa yang kau katakana!”. Nabi Ibrahim AS pun menjawab :”Nah, kalau begitu mengapa kalian sembah berhala yang tidak mampu berbaut apa-apa itu?

Mendengar perkataan Nabi Ibrahim AS sebagian orang-orang segera menjadi pengikutnya, sedangkan sebagian lain ragu-ragu. Hal inilah yang menyebabkan Raja Namrud semakin murka dan memerintahkan agar Nabi Ibrahim AS dijatuhi hukuman mati dengan dibakar. Tetapi Allah SWT kembali memperlihatkan kekuasaan-Nya. Allah berfirman kepada api :

“Hai api, hendaklah dingin dan selamatkan Ibrahim.”

Setelah api padam, keluarlah Ibrahim tanpa mengalami cedera sedikitpun. Dalam menjalankan tugas kerasulannya Nabi Ibrahim AS berusaha menyadarkan ayahnya agar tidak menyembah berhala dan tidak berbuat kejahatan di muka bumi. Namun ayahnya tersebut, memberikan jawaban sebagai berikut :

“ Ayahnya berkata : Adakah kau membenci tuhan-tuhanku, wahai Ibrahim? Ingatlah jika tidak kau hentikan hinaan-hinaanmu terhadap tuhan-tuhanku, maka aku akan menyiksamu! Pergilah kau untuk selama-lamanya.”

Karena tetap saja ingkar kepada Allah, maka Allah menghukum Raja Namrud beserta pengikutnya dengan didatangkannya nyamuk-nyamuk yang sangat banyak. Nyamuk-nyamuk tersebut memasuki dan menggigit tubuh Raja Namrud beserta para pengikutnya, bahkan memasuki lubang-lubang telinga, hidung, dan lain-lainnya. Dan akhirnya Raja Namrud tewas ditangan nyamuk-nyamuk tersebut.

Nabi Ibrahim AS mempunyai 2 istri, yaitu Siti Hajar dan Siti Sarah. Dari Siti Hajar Nabi Ibrahim AS mempunyai anak yang bernama Ismail sedangkan dari Siti Sarah mempunyai anak yang bernama Ishak.

~ by muchammadelri on December 24, 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: