Pemulung Norma Yang Hilang

exclusivemails.net


okegratis.com


Actually, gue baru menyadari ini beberapa saat yang lalu… Entah kenapa ketika bertemu dengan teman-teman TK, SD, SMP dan SMA (terlebih teman-teman SD) di jejaring sosial, semua kenangan lama itu mulai terkuak lebar. Gue teringat dengan segala sifat dan tingkah laku yang pernah kami perbuat semasa SD. Beberapa kebaikan, kenakalan, kegilaan dan sebagainya… Mencoba mengingat setiap rincian perilaku gue dan teman-teman gue yang membekas di memori lama otak ini. Dari sini, gue menyadari gue mengalami banyak degradasi dari sewaktu SD hingga saat ini. Gue ingin sekali memulung dan mengumpulkan kembali semua kebaikan dan norma yang hilang dalam perjalanan hidup gue selama ini dan menjadikannya sebuah panduan untuk menjadi lebih baik dan mewariskannya kepada anak cucu gue nanti. Mungkin nantinya bukan hanya memulung norma yang hilang dari diri ini, tetapi juga memulung norma yang hilang dari orang lain dengan menyentuh sisi kebaikan mereka yang mungkin sedikit tenggelam dalam sanubari kecil mereka.

Ketika gue menginjak bangku sekolah dasar untuk dua tahun pertama, yang gue inget banget tujuan gue sekolah hanya untuk mencari teman tanpa mengetahui dan memahami hakekat yang sebenarnya. Wajar saja kalau selama dua tahun pertama ini gak pernah meraih prestasi akademik di sekolah gue. Masuk sekolahnya pun “numpang” ma tante yang kebetulan jadi kepala sekolah di SD tersebut.  Huft…

Apa yang gue inget selanjutnya adalah bagaimana proses pendidikan itu ternyata tanpa disadari membekas dalam diri ini melalui perbuatan dan aktivitas yang dulu pernah diharuskan kepada kita….Semoga saat ini ketika aktivitas tersebut tidak lagi kita lakukan, namun nilai-nilai tersebut masih kita pegang dan amalkan melalui aktivitas yang lain.

1. Upacara hari Senin dan hari besar nasional yang senantiasa dilaksanakan bergiliran untuk masing-masing kelas sebagai petugas upacara, bermaksud untuk menanamkan nilai nasionalisme, kedisiplinan, dan tanggung jawab pada diri kita. Nilai nasionalisme yang ditunjukkan oleh para pahlawan kita demi memperjuangkan kebebasan bangsa ini yang disimbolkan dengan bendera yang kita hormat menghadap setiap upacaranya. Ini senantiasa rutin kita lakukan hingga SMP namun ketika beranjak SMA, upacara ini hanya dilakukan ketika hari besar nasional saja. Terlebih di masa perkuliahan, gak ada lagi ngerasain yang namanya upacara. Nilai kedisiplinan ketika melaksanakannya secara tepat waktu terlebih bagi petugas upacara yang juga turut melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab menjadi nilai lain yang ingin disampaikan kepada kita. Semoga kita menyadari mulai lunturnya nilai-nilai tersebut saat ini dan berharap ini dapat diwujudkan kembali melalui aktivitas yang lain (apabila kita tidak lagi melakukan aktivitas yang terdahulu).

2. Masih ingat ketika di SD hingga SMP kita harus berbaris didepan kelas sebelum masuk dan tidak lupa bersalaman dengan guru di awal dan akhir pelajaran. Kemudian sewaktu di kelas kita berdoa bersama sebelum memulai dan mengakhiri aktivitas belajar kita. Pahamkah esensi dari kegiatan-kegiatan tersebut? nilai kedisiplinan senantiasa ditanamkan ketika kita berbaris, sayangnya gue gak pernah menang lomba baris berbaris walaupun ikut sedari SD (yang ada juga menang Lomba Satuan Penegak Pramuka yang terdiri dari rangkaian lomba salah satunya baris berbaris). Kemudian bersalaman dengan guru sebagai wujud penghormatan kepada yang lebih tua dan rasa terima kasih atas kesediaan mereka berbagi ilmu yang mereka miliki dengan tulus dan ikhlas. Terkadang kita juga melakukan hal yang serupa kepada kedua orang tua kita ketika mereka mengantarkan kita ke sekolah (gue ingat sering ngelihat di depan gerbang sekolah teman-teman melakukannya dan gue pun masih melakukannya saat ini), entah sekarang masih berlangsung atau tidak. Berdoa dengan khidmat dengan harapan segala aktivitas yang kita lakukan saat itu menjadi bagian daripada ibadah (di luar rutinitas ibadah khusus kita). Gue ngerasa banget nilai ini hilang ketika beranjak kuliah…

Mungkin yang diatas hanya sebahagian aktivitas kita yang hilang semasa bersekolah dulu, yang sebenarnya memiliki esensi dibaliknya dan saat ini mulai luntur…Mungkin teman-teman lain bahkan sangat merasakannya ketika aktivitas-aktivitas tersebut tidak lagi dikerjakan (karena telah paham esensinya sedari dulu, lebih dulu dari sang penulis)..

Ketika kita sibuk berkoar-koar menyuarakan kepada pemerintah tentang berbagai permasalahan yang melanda bangsa saat ini, pandangan kita luput akan hal-hal yang hilang dari diri kita..Kelak masanya kita memimpin di negeri ini, maka jika kita ingin memperbaiki negeri mulailah dari memperbaiki diri ini!!! Jangan malu untuk memulung kembali norma-norma yang hilang dari diri kita dan kembali mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari kita… Jangan malu dengan teman-teman dan lingkungan sekitar ketika kita telah berniat dan ingin melakukan suatu kebaikan!!! Mulai dari diri sendiri, mulai dari hal yang kecil dan mulai saat ini…

written by:

Muchammad Elri Abrian Noor (ME80)
Geologycal Engineering @ Bandung Institute of Technology
muchammadelri.wordpress.com
muchammadelri.blogspot.com
me80.mighty@gmail.com / mean_gl_bpp@yahoo.co.id

Vote Muchammad Elri “ME80” for Nike “The Chance” Indonesia

Promosikan Halaman Anda Juga

internet marketing

Internet Marketing - Online

~ by muchammadelri on July 6, 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: