Tips Menulis Buku Best Seller-1

internet marketing

Artikel ini 100% ditulis berdasarkan pengalaman pribadi, jadi kemungkinan besar berbeda dengan teori yang ada di sekolah dan ilmu-ilmu marketing. Meski begitu, “tips-tips menulis buku best seller” ini telah dialami penulis dan terbukti keampuhan khasiatnya. Mohon maaf bila ada kata-kata yang kurang berkenankarena artikel ini tidak disensor oleh pihak manapun.

1. BEST SELLER

Secara umum istilah buku “Best Seller” adalah buku yang laris. Tetapi batasan laris tersebut tidak jelas, apakah terjual 1000, 5000, 10000 atau jutaan seller’.Lho, memangnya sudah ada yang beli sebelum terbit? Bisa jadi cap ‘best seller’ adalah akal-akalan penerbit untuk meningkatkan penjualan. Tidak ada lembaga yang menentukan suatu buku dikategorikan ‘Best Seller’. Jika mau, anda pun bisa memberi label tersebut.Al’ qu ran yang sudah terbit ribuan tahun lalu dan masih cetak ulang hingga kini tidak pernah ada label ‘Best Seller’ bukan? Ok, tulisan ini hanyalah upaya membuat buku yang bisa diterima dan disukai pembacanya. Urusan laris dan ‘Best Seller’ adalah rahasia Illahi, karena yang bisa membelokkan hati seseorang untuk membeli buku hanyalah Allah yang maha kuasa.

2. TUJUAN DAN MOTIVASI

Sebelum menulis sesuatu, tentu ada penggerak / motivasi di hati anda. Penggerak utama itu bisa antara lain :

a. Ekonomi

Anda sangat mengharapkan imbalan berupa uang (royalti maupun jual putus). Alasan ini sah-sah saja karena kebutuhan dasar manusia adalah memenuhi kebutuhan fisik (sandang, pangan, papan). Cara apapun akan anda tempuh meskipun nyerempet hukum hak cipta misal menjiplak tulisan orang lain, terjemahan buku asing atau help software, menyuruh orang untuk menulis agar nama anda bisa diakui sebagai penulis dll. Yang penting uang, uang, uang.

b. Popularitas

Anda berjuang mati-matian agar dikenal se-Indonesia bahkan sedunia. Foto, biodata, karya anda dipublikasikan seluas-luasnya, meski tidak diberi uang sebagai imbalan. Tapi tidak masalah yang penting bisa ngetop! Anda pun aktif difacebook atau friendster. Anda senang berfoto bareng dengan public figure misal artis sinetron, vokalis band, petinju, ulama atau teroris bom Bali.

c. Pamer Pujian

Dengan tersebarnya tulisan dan karya anda, tentu akan mengundang kritik dan pujian. Mendapat banyak pujian lebih menyenangkan dibanding mendapat banyak uang. Dengan pujian – pujian tersebut, anda akan lebih percaya diri
sehingga berpotensi menjadi sombong. Tapi kebanyakan dipuji bisa membuat lengah dan tinggi hati. Lain halnya jika banyak dikritik, memang sakit tapi bisa membuat anda lebih kuat mental dan bijaksana.

d. Status dan Eksistensi

Yang ini lebih baik dari sebelumnya. Status sebagai penulis berguna untuk meningkatkan jenjang karir sebagai dosen, karyawan atau pengusaha. Buku bisa dianggap tugas akhir untuk mendapatkan ‘ijazah’ pengakuan ‘cum’ dari
instansi dan birokrasi. Masyarakat menganggap seorang penulis adalah orang yang berilmu dan tidak pelit.

e. Back Up dan Sharing Ilmu

Memory otak anda tidak bisa menampung banyak data, kecepatannyapun berkurang dengan bertambah usia. Oleh karena itu ilmu anda dituangkan ke dalam tulisan berupa jurnal, artikel, presentasi, workshop, blog dll. Ilmu tersebut anda bagikan agar orang lain bisa mengembangkan lebih jauh. Anda tidak khawatir akan banyak saingan. Dengan demiian anda bisa masuk kategori ilmuwan dan cendikiawan sejati.

f. Royalti Akhirat

Ini motivasi yang seharusnya dimiliki setiap orang: Lillahi ta’ala! Kita tahu jika manusia mati, akan meninggalkan 3 hal saja yaitu anak anda yang soleh, amal selama hidup dan ilmu yang bermanfaat. Ilmu yang anda berikan bisa
jadi bermanfaat bagi orang lain tanpa anda sadari. Jika anda mati, pahala terus mengalir bagai royalti jika ilmu anda bermanfaat terus menerus. Bagi anda royalti di akhirat lebih penting daripada royalti dari penerbit.

okegratis.com

Pembaca mana sih yang senang dinasehati, diceramahi? Lebih baik diskusi daripada kuliah bukan? Posisikan anda sebagai pembaca yang masih awam, sehingga bahasa tulisan anda bisa dimengerti banyak orang. Jangan membuat image seakan anda terlihat hebat karena akan membuat jarak dengan pembaca.
d. Guru Kencing Berdiri, Murid Kencing Berlari
Berkat tulisan anda, pembaca bisa menjadi lebih hebat daripada penulisnya. Jika menggunakan pendekatan bisnis hal tersebut adalah tindakan bunuh diri, karena resikonya anda akan banyak saingan. Tapi di dunia pendidikan / edukasi, hal tersebut adalah sebuah keberhasilan.
e. Jujur
Kata sederhana ini sebenarnya adalah kuncinya. Ilmu yang didapat bukan ada sejak lahir, melainkan melalui proses belajar melalui buku, televisi, internet, CD interactive, video tutorial, diskusi, seminar, eksperimen dll. Oleh karena itu betapa sombong dan pembohong jika penulis tidak mencantumkan Daftar Pustaka.

exclusivemails.net
4. SUKA DUKA PENULIS
Duka Penulis
Sebelum membahas hal – hal yang asyik jadi penulis, tentu ada hal yang tidak menyenangkan antara lain:
• Penghasilan Tidak Pasti. Buku anda belum tentu laku di pasar karena banyak faktor. Namanya juga jualan, kadang naik kadang turun. Penulis diberi royalti dari penerbit ada yang 6 bulan sekali atau setahun sekali. Untuk penulis pemula akan sulit bisa hidup jika mengandalkan penghasilan seperti itu. Lebih realistis mengerjakan proyek atau menjadi karyawan yang digaji perbulan.
• Menerima Kritik & Pujian. Berani dipublikasikan berarti siap menghadapi masukan positif dan negatif. Jika tidak ingin menerima masukan jangan cantumkan alamat rumah, nomor telepon, e-mail atau identitas anda.
• Belajar & Belajar. Hidup untuk belajar atau belajar untuk hidup? Atau keduanya? Ketika anda menulis akan banyak hal yang tidak anda ketahui. Oleh karena itu anda akan berusaha mencari jawabannya di internet, perpustakaan dan narasumber lain.
•Bad Mood. Awalnya sih semangat nulis, tetapi ketika ada tawaran proyek atau tugas kantor/sekolah, maka tulisan anda ditinggal sementara. Semakin lama ditinggal makin sulit bangkit dan akhirnya terbengkalai selamanya.
• Anti Sosial. Jika sedang fokus menulis, fantasi dan imajinasi terus mengalir sehingga secara tidak sadar anda telahconnect ke ‘dunia lain’. Koneksi akan terputus jika terdengar bunyi handphone, bel rumah dan sapaan orang di sekitar anda. Otomatis anda lebih senang menyendiri dan menghindari keramaian.
Suka Penulis
• Royalti / Jual Putus. Honor berupa royalti akan anda terima dari penerbit sesuai buku yang terjual setelah beberapa bulan. Kerja sekali hasil berkali- kali, enak bukan? Jika anda butuh uang cepat bisa dengan sistem Jual Putus. Anda langsung menerima uang dalam jumlah besar saat naskah diberikan ke penerbit.
• Enterpreneur. Penulis adalah enterpreneur atau pejuang. Tidak ada batasan jam kerja. Setiap detik bisa dimanfaatkan untuk menulis. Jam kerja penulis berbeda dengan pekerja yang rutin pergi pagi pulang petang. Terserah anda mau kerja kapan saja. Andapun akan semangat mempromosikan dan menjual buku sesuka anda. You’re the Boss!
• Kepuasan dan ketagihan. Kepuasan luar biasa jika selesai menulis satu bab. Anda akan ketagihan untuk melanjutkan ke bab berikutnya.
•Populer. Jika buku laris manis, nama anda akan dikenal di kalangan tertentu. Undangan untuk mengisi seminar, workshop, pameran dll akan datang dengan sendirinya. Akan banyak orang yang ingin foto bareng dan minta tanda tangan. Selain itu akan ada penghasilan sampingan sebagai pembicara atau instruktur.
5. MENEMUKAN PENERBIT
Menemukan penerbit yang cocok sering membuat putus asa penulis. Hal ini sama seperti mencari pasangan hidup. Setelah mengetahui seluk beluk pasangan anda ‘luar dalam’ maka anda bisa memutuskan untuk bersama menempuh hidup baru. Begitu juga dengan menemukan penerbit, anda harus menelitinya terlebih dahulu. Beberapa penerbit besar buku komputer yang bisa anda hubungi antara lain: Elex Media Computindo, Andi Offset, Informatika, Escaeva dll. Untuk mendapatkan informasi lebih jauh tentang penerbit tersebut antara lain :
• Langsung bertemu Direkturnya. Namun biasanya hal ini cukup sulit jika anda belum pernah berhubungan sebelumnya.
• Karyawan dari penerbit.
• Salah satu penulisnya.
•Online / Internet. Anda bisa gunakan Search Engine untuk mencari informasi tentang penerbit dan penulis – penulisnya.
Jika sudah mendapat penerbit yang kira –kira cocok, anda bisa melayangkan Surat permohonan untuk menerbitkan tulisan anda. Disini anda sebaiknya sudah bisa memberikan :
•Judul yang menarik dan bermanfaat.
•Print (hardcopy) sebagian materi andalan. Tidak usah bentuk file (*.doc) dan hanya bab tertentu saja yang kira – kira menarik. Sampul /cover tidak perlu dibuat karena penerbit sudah ada yang khusus desainer grafis yang menanganinya.
• Kerangka / daftar isi
• Surat pengantar Ada baiknya anda memberi batas waktu penerbit untuk menghubungi anda dengan alasan jika naskah tidak diterima atau ditanggapi akan digunakan pihak / penerbit lain. Ingat, penerbit juga membutuhkan bahkan kekurangan penulis, oleh karena itu anda sebaiknya tidak mengemis atau mengorbankan harga diri di mata penerbit.
• Biodata & Curiculum Vitae. Sebagai nilai tambah untuk menunjukkan kapasitas dan meningkatkan image anda.
Jika naskah ditolak maka anda bisa mengucapkan terima kasih atas perhatiannya, dan coba layangkan hal yang sama ke penerbit lain dst. Sekali lagi mencari penerbit yang cocok sama dengan mencari pasangan hidup dan melamar pekerjaan. Setelah 12 kali ditolak, bisa jadi anda akan diterima pada lamaran ke 13!.
Jika naskah diterima, bersiaplah dengan hal –hal yang berhubungan dengan bisnis. Sebaiknya dibuat Perjanjian Kerjasama kedua pihak di atas materai untuk mengamankan hubungan anda dengan penerbit. Di sini anda sudah memasuki pintu lebar untuk menjadi penulis besar! Suatu anugrah besar jika naskah bisa diterima penerbit. Oleh karena itu sebaiknya segera bersyukur dan bersujud kepada sang pencipta atas segala Rahmat-Nya.

Internet Marketing - Online

6. SISTEM PEMBAYARAN KE PENULIS

a. Royalti

Biasanya penerbit memberi royalti 10% – 15% dari harga resmi setiap buku. Jika harga buku Rp.50.000, maka royalti untuk anda Rp.5.000 setiap buku. Jika dalam 6 bulan terjual 1.500 exp, maka penulis mendapat Rp.7.500.000. Dan seterusnya setiap 6 bulan anda akan mendapat royalti yang variatif tergantung penjualan buku. Jika buku habis dan tidak dicetak lagi andapun tidak mendapat apa-apa. Setelah buku terbit, royalti diberikan setiap 6 bulan atau 1 tahun sekali.

Anda hanya kerja sekali, lalu mendapatkan hasil berkali – kali ini, orang menyebutnya passive income. Kerugiannya : Anda harus menunggu lama (6 – 12 bulan) untuk mendapatkan royaltinya. Biasanya penulis awal enggan dengan sistem pembayaran tersebut. Sudah habis waktu dan tenaga koq cuma dibayar segitu? Lagi pula dibayarnya 1 tahun kemudian. cape deh!

b. Jual Putus

Anda menerima langsung misal Rp.10 juta sejak naskah diterima penerbit, setelah itu tidak ada hubungan lagi dengan penerbit. Anda tidak perlu khawatir buku tidak laku dan pembaca kecewa, karena sudah dibayar di awal. Kerugiannya: Jika buku anda ternyata laris manis dan dicetak berulangkali anda tidak berhak menerima apapun dari penerbit.

c. Gaji

Persis seperti karyawan, anda menerima gaji tetap perbulan sebagai penulis dengan target tertentu. Jika tidak sesuai target, tentu ada sangsinya. Kehidupan anda lebih stabil, terjamin tetapi diatur penuh oleh bos yaitu penerbit atau penulis makelar (penulis yang mengajak menjadi penulis).

Sistem Mana Yang Terbaik

Jika yakin buku anda bermutu (materi padat, manfaat, mudah dicerna, menarik dll) dan bakal laris sebaiknya anda memilih sistem royalti. Dengan sistem ini anda akan semangat untuk promosi dan menjualnya agar buku anda
cepat habis.

Jika buku anda asal jadi, hasil jiplakan, materi dangkal, segmen terbatas atau sulit dimengerti sebaiknya jual putus saja, biar penerbit yang menanggung rugi. Jangan coba – coba pasang biodata atau alamat e-mail, supaya pembaca tidak bisa komplain. Setelah anda menerima uangnya segera ambil langkah seribu he…he…..

Untuk alternatif C yaitu Gaji, yang diutamakan adalah kuantitas halaman sesuai target, otomatis kualitas adalah nomor dua belas. Cenderung buku yang dibuat adalah buku yang tipis dan tidak lengkap karena anda dikejar deadline / kejar tayang. Anda pun harus berpikir agar masa kerja sebagai karyawan selalu diperpanjang penerbit.

-bersambung-

Dukung Elri Sebagai Walikota Balikpapan 2026

Promosikan Halaman Anda Juga

~ by muchammadelri on June 12, 2010.

3 Responses to “Tips Menulis Buku Best Seller-1”

  1. Salam , ya akhie izinkan hamaba ini copy tips ini ye.Smoga Allah merahmati kbaikan mu.

  2. Ada artikel yg sangat menarik & bermaanfaat ttg tips & prosedur menulis buku untuk Elex Media yg Anda harus baca:

    http://rumpitekno.com/2012/tips-prosedur-untuk-menulis-buku-komputer-di-elex-media-komputindo/

    “Don’t MISS IT!”

  3. Dapatkan tips dan prosedur bagaimana menulis buku di penerbit Elex Media. Silahkan simak tips lengkapnya di:

    http://rumpitekno.com/2012/tips-prosedur-untuk-menulis-buku-komputer-di-elex-media-komputindo/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: